Pemprov Kalsel Bentuk Tim Atasi Anjloknya Harga Ayam

by -38 views
Plh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Prov Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq Memberi Keterangan Pers

Banjarbaru – Pemprov Kalsel melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan merespon cepat terkait anjloknya harga ayam pedaging dengan membentuk Tim Pengawasan dan Pengendalian DOC (Day Old Chicken) dan Broiler.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Plh Kepala Dinas Perkebunan Dan Perternakan Prov Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq kepada insan pers, Jum’at (24/8/2019) di Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel.

Dikatakan Hanif, dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi akan segera membentuk Tim Pengawasan dan Pengendalian DOC (Day Old Chicken) & Broiler untuk mengatasi kegelisahan petani unggas atau ayam broiler, serta melakukan pembatasan produksi perusahaan penetasan unggas, dan melakukan pengawasan distribusi sesuai dengan Pergub 68 tahun 2014.

Dalam Pergub tersebut dikatakan, Perusahaan DOC untuk bisnis hanya boleh memproduksi sebanyak 30 persen untuk perusahaannya sendiri maksimal, sedangkan 70 persennya untuk eksternal, mandiri, serta kemitraan mereka. Jadi tidak boleh perusahaan membuat internal Farm.

“Kita akan melakukan 5 langkah secepatnya, untuk mengatasi hal tersebut salah satunya membentuk tim pengawasan dan Pengendalian DOC” kata Hanif.

Langkah yang akan diambil pihak Disbunak Prov Kalsel tersebut, diharapakan mampu mengembalikan angka jumlah pendapatan Kalsel atau Break Even Point Unggas Broiler yang mencapai Rp19.000,-/Kg.

Sebelumnya, harga ayam pedaging berkisar di angka Rp10.000,-/Kg yang membuat sejumlah pengunggas mati suri. Meski tidak gulung tikar, kondisi ini membuat para pengunggas merasa resah lantaran tidak bisa mengoperasikan Kandangnya.

Salah satu penyebab anjloknya harga ayam potong sendiri dikarenakan juga para pedagang yang menjual ayam potong dipasaran dengan ukuran perekor, bukan perkilogram. Serta banyaknya masyrakat yang memilih untuk menernak ayam dengan membuat kandang sendiri.(rr/bingkaibanua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *