,

4 Daerah di Kalsel Capai UHC

by -220 views

bingkaibanua.com Banjarbaru – Ada 4 daerah di Kalsel yang telah mencapai UHC (Universal Health Coverage), yaitu Balangan 100%, HSS 100%, HSU 96,02%, dan Tabalong 96,18%.

Berdasarkan data terkait pencapaian UHC dari BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Kaltimtengseltara, capaian UHC Prov Kalsel hingga 1 Mei 2020, 4 daerah tersebut sudah mencapai UHC atau 96% dari jumlah penduduk sudah terdaftar dalam JKN-KIS bahkan 2 daerah, yaitu Balangan dan HSS sudah mencapai 100% dari jumlah penduduk.

Daerah lainnya, yaitu HST baru mencapai 94,31%, dan daerah lainnya masih banyak atau hanya mencapai 80 % dan terendah 58,76%.

Sementara secara keseluruhan jumlah peserta JKN di Prov Kalsel sudah mencapai 3.165.175 jiwa, yang berarti jumlah masyarakat Kalsel yang sudah menjadi peserta JKN mencapai 78,05% dari jumlah penduduk Kalsel.

Itu artinya masih ada 21,95% yang belum terdaftar menjadi peserta JKN, sehingga untuk mencapai tujuan UHC, selain dengan meningkatkan kualitas pelayanan di layanan kesehatan juga dengan memperluas cakupan kepesertaan dengan memastikan bahwa seluruh masyrakat Kalsel menjadi peserta dalam program JKN.

Secara umum UHC merupakan sistem kesehatan yang memastikan setiap warga dalam memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bermutu dengan biaya terjangkau. Terdapat dua elemen inti dalam UHC yakni akses pelayanan kesehatan yang adil dan bermutu bagi setiap warga, dan perlindungan risiko finansial ketika warga menggunakan pelayanan kesehatan.

UHC atau Universal Health Coverage atau setelah dialihbahasakan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia dalam Renstra Kemenkes 2015-2019 menjadi “Jaminan Kesehatan Semesta” dan sudah mulai diimplementasikan di Indonesia sejak penyelenggaraan program JKN pada Januari 2014.

Secara definisi, ada tiga tujuan dari UHC, antara lain:

Kesetaraan dalam mengakses layanan kesehatan, semua orang akan mendapatkan layanan yang mereka butuhkan, tidak hanya terbatas bagi mereka yang dapat membayar layanan tersebut;

Kualitas layanan kesehatan yang diberikan harus cukup baik sehingga kondisi kesehatan penerima layanan akan semakin baik;

Masyarakat terlindungi dari risiko finansial, memastikan bahwa biaya yang dikeluarkan tidak akan memberikan pengaruh secara signifikan pada kondisi keuangan penerima layanan.(rr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *