, , ,

Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19, ASN Kalsel Diminta Tidak Ke Daerah Ini

by -23 views

bingkaibanua.com Banjarbaru – Dalam seminggu terakhir, terjadi lonjakan kasus Covid-19, terutama di daerah Pulau Jawa.

Selain itu, varian baru dari Covid-19 juga terdeksi di beberapa daerah di Indonesia yang dapat menular dengan cepat.

Melihat fenomena ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melakukan langkah dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19.

Pemprov Kalsel mengeluarkan kebijakan untuk membatasi secara ketat pergerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) antardaerah, baik lintas provinsi maupun kabupaten/kota yang memiliki resiko tinggi tertular Covid-19.

Melalui surat edaran (SE) Nomor : 443.3/2674 /X/P2P.1/Dinkes, tanggal 22 Juni 2021 yang ditandatangani Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, ASN diharapkan untuk menunda atau tidak melakukan perjalanan luar daerah (Jakarta, Jawa-Bali dan daerah lainnya) yang terjadi peningkatan kasus dengan varian/resiko tinggi.

Kemudian membatasi perjalanan ke kabupaten/kota zona resiko tinggi atau yang berbatasan dengan kabupaten-kota resiko tinggi atau zona merah.

Dalam surat edaran ini juga mengatur beberapa hal, diantaranya:

  • Melakukan pengawasan dan testing periodik terhadap pegawai, serta melakukan karantina bagi yang kembali dari perjalanan di daerah zona merah dan memastikan masuk kerja dengan hasil rapid antigen/PCR negatif.
  • Memastikan pegawai di lingkungan instansi sudah dilakukan vaksinasi Covid-19.
  • Melaporkan segera ke Satgas bidang Penanganan Kesehatan, apabila menemukan hal-hal sebagai berikut: Pegawai yang positif Covid-19 setelah melakukan perjalanan ke luar daerah, tamu luar daerah ke Kalimantan Selatan ditemukan positif terpapar Covid-19, dan pegawai sudah divaksin Covid-19 atau penyintas terpapar Covid-19.
  • Melakukan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan di tempat kerja.

Dalam 1 bulan terakhir terdapat 5 (lima) provinsi dengan Bed Occupancy Ratio (BOR) diatas 70% yaitu; DKI Jakarta (86%), Jawa Barat (84%). Jawa Tengah (82%), Banten (80%) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (79%), serta ditemukannya strain mutasi virus SARS CoV-2 yang dapat menular dengan cepat. (Foto: Ilustrasi by kompas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.