, , ,

Forest City Syarat Ibu Kota Negara, Kalsel Miliki Embrio Hutan Kota

by -172 views
Miniatur Hutan Hujan Tropis Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Pusat, melalui Badan Perencana Pembangunan Nassional (Bappenas) mensyaratkan adanya konsep Forest City atau Hutan Kota untuk memilih Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Deputi Menteri PPN/Bappenas Bidang Pengembangan Regional, Rudy S Prawiradinata yang dikutip dari Banjarmasin Post, pada Dialog Nasional Pemindahan Ibukota Negara Kalimantan untuk Indonesia “menuju ibukota masa depan : smart, green, beautiful, dan sustainable” di Hotel Novotel, Senin (15/7/2019).

Syarat itu cocok dengan Kalimantan yang menjadi paru-paru Indonesia bahkan dunia. Ibukota baru akan didesaian menjadi hutan kota, hal itu menjadi salah satu yang disyaratkan presiden.

Adanya syarata ini, Pemprov Kalsel yang dipimpin Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, telah mencetuskan program revolusi hijau, yaitu menanam, menanam, dan menanan untuk anak cucu kita.

Dari program revolusi hijua ini pula, Kalsel juga sudah memiliki hutan kota atau miniatur hutan hujan tropis di Banjarbaru.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini mengatakan, Kalsel sudah memiliki embrio untuk menjadikan kota hutan melalui revolusi hijau yang sudah dilaksanakan sejak pertama dirinya menjabat sebagai gubernur.

Dijelaskan Paman Birin, forest city adalah kota yang dikelilingi hutan. Di Kalsel tidak ada satu daerah pun yang tidak tertanami pepohonan.

“Pak presiden memang menginginkan pembangunan berbasis ramah lingkungan, kita sudah punya embrio melalui revolusi hijau sejak kita memimpin daerah ini, revolusi hijau tahapannya masih berjalan, tidak mustahil menuju forest city tinggal naik tingkat,” jelasnya.

Untuk menjadi Ibu Kota Negara, Pemerintah juga meminta kesiapan lahan kurang lebih 70 ribu hektare. Sementara Kalsel sudah siap dengan lahan 300 ribu hektare. Ia memastikan sebagian lahan akan digunakan untuk jadi forest city.

“Lahan untuk perkantoran pemerintahan hanya 70 hektare, sisanya Pegunungan Meratus jadi daerah penyangga kita jadikan kota hutan,” tandas Paman Birin.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq menambahkan, pihaknya segera menggaungkan forest city. Ia menyebut antara forest city dengan revolusi hijau sangat linier bahkan boleh dikatakan satu arah tujuan.

Revolusi Hijua Mampu Kurangi Lahan Kritis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *