, , , , ,

Rakornas Pengendalian Karhutla 2019, Paman Birin: Kita Kepung Potensi Titik Api

by -132 views
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor Menyampaikan Pendapat pada Rakornas Karhutla 2019 di Istana Negara Jakarta / footo: istimewa

JAKARTA – Presiden RI, Joko Widodo memberikan pengarahan terkait pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui Rapat Koordinasi Nasional, di Istana Negara Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Gubernur, Bupati/Wali Kota, Pangdam, Kapolda, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kehutanan Provinsi di wilayah rawan karhutla dan instansi terkait diundang pada Rakornas ini.

Preseden RI, Joko Widodo menekankan perlu perhatian lebih lagi dari pemerintah daerah kepada para petani, terutama yang memiliki lahan garapan luas.

“Bantu mereka dengan peralatan modern dalam membuka lahan. Jangan sampai mereka membakar lahan. Di Kementerian Pertanian banyak alat atau mekanik pertanian untuk membuka lahan, silakan usul untuk minta bantuan,” papar Presiden.

Presiden Jokowi juga berharap jangan sampai persoalan-persoalan lama di bidang karhutla terulang. “Segera atasi melalui kekompakan dan kerja nyata dengan melibatkan rakyat,” harapnya.

Sementara Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dalam rakornas pengendalian karhutla tersebut mengungkapkan solusi-solusi konkret terkait upaya pencegahan, pengendalian dan penanggulangan karhutla.

Baca: Berjibaku Atasi Karhutla Di Banua, Padamkan Kebakaran Lahan Hingga Jam 10 Malam

Baca: Apel Siaga Karhutla, Paman Birin: Sekarang Kita yang Akan Kepung Asap

Baca: Paman Birin Berharap Kalsel Jadi Bagian Dari Tol Laut Nasional

Dikemukakan Paman Birin saat diminta Presiden, salah satu upaya untuk mencegah dan menanggulangi masalah Karhutla adalah perlu kesungguhan, ikhtiar kuat, dan pemantapan sinergi dengan melibatkan masyarakat.

Pola pikir lama terkait penanggulangan Karhutla harus diubah, dari giat bergerak jika ada potensi titik api, menjadi giat mencari potensi titik api.

“Jika dulu titik api yang mengepung kita, maka sekarang kita (semua komponen, red) yang mengepung potensi titik api,” papar Paman Birin.

Menurut Paman Birin, di Kalimantan Selatan upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla terus dilakukan dengan giat mencari potensi-potensi titik api.

Semua pihak harus berperan aktif dalam mencegah hal-hal yang memicu timbulnya kebakaran hutan dan lahan. Baik dengan cara penyuluhan, kampanye, sosialisasi, yang dapat mencegah kebakaran hutan dan lahan.

“Pengendalian kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab kita bersama, termasuk seluruh lapisan masyarakat.

Oleh karena itu, upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan, tidak akan efektif dan tidak akan berhasil secara optimal, tanpa peran serta dan komitmen yang kuat dari semua pihak,” katanya.

Di Kalsel upaya pencegahan dan pengendalian karhutla aktif dilakukan. Terlebih telah digelar Apel Siaga Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla baru-baru tadi.

Senjumlah personil yang siap turun untuk mencegah karhutla mencapai 1500 orang yang terdiri dari TNI, Polri,BPBD, Manggala Agni, perusahaan, relawan, dan yang lainnya.(rr/bingkaibanua).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *